Konsep Dasar Islam Tentang Asal Muasal Manusia

Konsep Dasar Islam Tentang Asal Muasal Manusia (Ilustrasi)

Konsep Dasar Islam Tentang Asal Muasal Manusia


FolderIslamku.blogspot.com - Pernahkah kita merenung, “Dari mana kita berasal?”. Melakukan flashback untuk menelusuri akar leluhur klita, atau asal kejadain kita?. Jika lebih jauh lagi kita menanyakan asal muasal pertama kalinya geneologi kita, tentunya kita sepakat bahwa menurut informasi kitab suci, kita memiliki nenek moyang yang sama, yakni Adam dan Hawa.

Berbeda dengan teori asal usul kalangan evolusionis yang beranggapan bahwa dahulu nenek moyang kita hidup terbelakang, tinggal di gua-gua, berpenampilan “tidak menarik, terkesan angker”, hidup nomaden berburu satwa dengan segala pernik asesoris nuansa ke-primitif-an mereka. Atau dengan pendapat Aristoteles yang menyatakan bahwa ketika lahir jiwa manusia tidak memiliki warna mental apa-apa, atau pandangan John Locke yang beranggapan bahwa jiwa manusia seperti tabula rasa (meja lilin) yang siap dilukis oleh pengalaman kehidupan.

Semua pandangan tersebut bertentangan dengan konsep dasar Islam tentang asal manusia, bahwa manusia tidak terlahir vakum atau seperti kertas putih. Menurut doktrin islam, semua jiwa manusia asalnya baik dan telah membaawa sejumlah potensi konstruktif, manusia terlahir diatas angka nol, bertuliskan tinta “biru”. Tidak ada konsep dosa asli yang diwariskan (pecatum original), tidak tergoreskan “tinta merah” di hati manusia ketika ia dilahirkan. “Setiap anak manusia terlahir dengan fitrahnya (yang hanief),”. (HR Bukhari).[]

Hikayat kitab suci samawi terutama yang bersumber dari hadis, mengatakan bahwa kita berasal usul dari sepasang manusia bernama Adam dan Hawa, yang diciptakan Allah SWT. Pertama kali , dan mereka itu bukan orang sembarangan.

Sebagai kaum yang beriman, tentunya kita sudah mengetahui bahwa Adam adalah nabi, nenek moyang dan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Adam adalah khalifah dan juga seorang nabi yang menguasai banyak kebijaksanaan dan pengetahuan, yang bisa jadi “lebih maju” dibandingkan manusia manusia selanjutnya yang hidup di zaman modern sekalipun. Ketika Allah menahbiskan Adam menjadi khalifah dihadapan para penghuni langit atas kompotensi ilmu yang dimilikinya, maka seluruh makhluk spiritual bersayap dilangit itu pun merundukkan diri dengan penuh taksim kepadanya.

قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّا أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

"Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah [36] kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (QS al-Baqarah [2]: 33-34).

Cikal bakal manusia bukan sejarah mahluk yang takluk oleh kekuatan alam tapi mahluk yang terpatri dalam dirinya suatu potensi untuk mendukung alam ini. Nenek moyang manusia itu hadir dengan berbekal peradaban surga, yang sejak peciptaannya memang sengaja diperuntukkan buat kehidupan dibumi. sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS al-Baqarah [2]: 30). Wallahu’alam.FolderIslamku.blogspot.com
Konsep Dasar Islam Tentang Asal Muasal Manusia Konsep Dasar Islam Tentang Asal Muasal Manusia Reviewed by folderislamku.blogspot.com on March 26, 2018 Rating: 5

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.